Desi Meriyanti

Just stay here for a moment

Cemilan

September14

caikwe khas pontianak yummy and mamamia lezatoss…cemilan yang enak dan paling dikangenin nih…

 

resep bahan masakan::

Bahan untuk kulit

180 gr tepung beras 25 gr tepung sagu/tapioca 3 sdm minyak sayur 1/4 sdt garam 450 ml air

Bahan isi : -4 buah bengkuang ukuran sedang -udang ebi secukupnya -minyak sayur -bawang putih -lada -garam

Cara Membuat:

Campurkan semua bahan kulit jadi satu aduk rata sampai tidak menggumpal. lalu masak diatas api yg sedang sambil diaduk terus sampai mengental, matikan api kemudian biarkan adonan dingin. Sambil menunggu adonan dingin, kita siapkan isinya 1. bengkuang dipotong seperti lidi 2. udang ebi direndam air panas setelah itu dicincang kasar 3. bawang putih dicincang halus 4. panaskan minyak sayur setelah itu masukan bawang putih, udang ebi aduk sampai harum dan masukan bengkuang. Lalu masukan garam dan lada aduk sampai rata dan bengkuang matang kemudian diangkat dan sisihkan. ambil sedikit adonan kulit dibuat seperti mangkok yang tipis, jika adonan masih lengket tambahkan tepung sagu/tapioca supaya tidak lengket. Setelah adonan sudah berbentuk mangkok lingkaran masukan isi secukupnya dan lekatkan ujung mangkok lingkaran seperti membuat pastel. Setelah itu taruh diloyang yang sudah dilapisi daun pisang goreng dan sudah diberi minyak/loyang yang hanya disapu dengan minyak sayur. Panaskan air sampai mendidih dan setelah itu kukus chai kwe yang sudah dibentuk selama 10-15 menit setelah itu angkat. Siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng diatasnya.

posted under artikel | No Comments »

SONG LYRICS

September14

The Icarus Account – Angel Of Mine

There was a time when I was never really sure
If I was ever gonna find that perfect girl
But then came the day
When you came my way
Everything changed

I could tell straight from the moment that we met
You would always be the girl I could not forget
In all of my thoughts
In all of my prayers
All of my cares

So maybe I’ve fallen in love
With an angel that came from above
You’re something to find
One of a kind
You are all that I can see
Sometimes it’s heard to believe
You’re something to find
One of a kind
Angel of mine

I’ve never been the type to go all in
But you were different it was evident
So if you give me you’re heart
I’ll give you mine
All of the time

So maybe we’ve fallen in love
You are an angel that came from above
You’re something to find
One of a kind
You are all that I can see
Sometimes it’s hard to believe
You’re something to find
One of a kind
Angel of mine

Where did you come from ?
Where have you been ?
I have been waiting all this time
Angel of mine

So finally I’ve fallen in love
With an angel that came from above
You’re something to find
One of a kind
You are all that I can see
Sometimes it’s heard to believe
You’re something to find
One of a kind
Angel of mine

posted under lyrics | No Comments »

just share

September13

BUBUR PEDAS KHAS SAMBAS – Kalimantan Barat

Note :

bubur ini bukan seperti bubur yang biasa anda nikmati setiap pagi sebagai santapan anda atau yang anda bayangkan bahwa bubur ini bubur  ‘setan’ yang rasanya pedes banget.

This is one of my favorites food which  I can’t get  here.
trust me, maybe it won’t be found in other spots…,only in my home town…
find it in Pontianak or  Sambas and taste the sensation!!! You can find the various of vegetables in this food, mixed well.

Bahan:
1. 250 gram beras, cuci bersih

2. 100 gram kelapa, parut

3. 150 gram tetelan sapi

4. 5 lonjor kacang panjang, potong-potong

5. 1 ikat kangkung, pakis, daun katuk, potong-potong

6. 2 buah wortel, potong dadu

7. 50 gram ubi jalar, potong dadu

8. 50 gram daun kesum, diiris tipis-tipis 9. 1000 cc air

 

Pelengkap:
1. 100 gram kacang tanah, goreng

2. 50 gram ikan teri, goreng

3. Bawang goreng

4. Kecap manis

5. Jeruk limau

6. Sambal

7. Kerupuk

Bumbu
1. 2 lembar daun salam

2. 1 batang serai, memarkan

3. 2 cm lengkuas, memarkan

4. 3 butir bawang merah

5. 1 siung bawang putih

6. 1 buah cabai merah

7. 1/4 sendok teh lada hitam bubuk

Cara membuat Resep Masakan Bubur Sambas:

1. Sangrai beras dan kelapa parut, angkat. Tumbuk halus, sisihkan.

2. Didihkan air, rebus tetelan hingga matang. Masukkan bumbu halus, daun salam, serai, lengkuas. Aduk-  aduk.

3. Tambahkan beras tumbuk, aduk-aduk. Aduk-aduk. Masukkan wortel, kacang panjang, kangkung, daun katuk, daun pakis ,ubi jalar. Masak hingga matang, angkat.

4. Hidangkan dengan taburan kacang tanah, ikan teri dan bawang goreng.

5. Hidangan ini paling enak dimakan bersama kerupuk. Kecap, sambal dan jeruk limau dapat ditambahkan di mangkuk masing-masing sesuai selera

 

 

 

posted under artikel | No Comments »

SINGKONG SEBAGAI DIVERSIVIKASI PANGAN

May29

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang Masalah

Singkong (Manihot esculenta)  adalah salah satu produk pertanian yang populer di Indonesia karena produksinya yang cukup tinggi. Akan tetapi, hasil panen yang melimpah tersebut tidak sejalan dengan pemanfaatannya yang optimal. Ubi kayu dikonsumsi rakyat ketika bahan makanan pokok, yaitu beras, sudah tidak diharapkan. Sampai saat ini, ubi kayu masih dijadikan sebagai salah satu makanan pokok oleh golongan masyarakat yang kurang mampu. Sedangkan masyarakat golongan menengah ke atas umumnya mengonsumsi ubi kayu dalam berbagai bentuk olahannya. Padahal, singkong merupakan hasil pertanian pangan kedua setelah beras yang mampu menyediakan sumber karbohidrat dan kalori bagi menu rakyat serta keperluan industri (Kadarisman dan Sulaeman, 1991).

Terdapat fakta di tengah masyarakat Indonesia bahwa tingkat ketergantungan masyarakat terhadap beras cukup tinggi (Koran Kampus,November 2011). Tingginya tingkat ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap beras sebagai bahan makanan pokok menimbulkan banyak masalah. Salah satu dampaknya adalah impor beras Indonesia yang semakin meningkat seiring dengan laju pertambahan penduduk. Peningkatan jumlah kebutuhan beras tersebut tidak disertai dengan peningkatan produksinya akibat lahan pertanian yang kian menyempit. Apabila hal ini terus terjadi, bukanlah tidak mungkin jika suatu saat Indonesia mengalami krisis beras, di mana harga beras melambung tinggi dan susah ditemui di pasaran.

Walaupun selama ini makanan pokok bangsa Indonesia masih bertumpu pada beras, tetapi singkong memiliki andil yang cukup besar dalam penyediaan karbohidrat pada pangan yang dikonsumsi. Tabor, 1988 (dalam Kadarisman dan Sulaeman, 1991) menyebutkan bahwa ubi kayu atau singkong merupakan sumber energi terbesar kedua setelah beras. Mengingat keunggulan dari singkong seperti yang telah dijelaskan, perlu dipikirkan pemanfaatan singkong lebih lanjut, ini sebagai bahan pangan. Sebagai kelompok tanaman penghasil karbohidrat, singkong mempunyai peranan yang amat penting di Indonesia dan mempunyai prospek yang baik untuk dikembangkan pada masa mendatang. Diharapakan adanya banyak upaya untuk mempopulerkan pemanfaatan ubi kayu secara bervariasi. Semua ini antara lain dimaksudkan untuk mendukung upaya diversifikasi pangan berdasar sumber daya nasional.

 

1.2  Rumusan Masalah

1. Apa itu singkong ?

2. Mengapa singkong dapat menjadi alternatif pengganti beras ?

 

1.3 Tujuan

  1. Mendeskripsikan singkong (Manihot esculenta).
  2. Memaparkan alasan-alasan singkong bisa menjadi alternative pengganti beras.

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1  Deskripsi Singkong

Umbi-umbian merupakan salah satu kelompok hasil pertanian yang dapat digunakan sebagai bahan pangan. Umbi merupakan bagian tanaman yang berada di bawah permukaan tanah dan digunakan untuk menyimpan hasil metabolisme ( Haryadi & Sugiyono, 1991 ). Umbi-umbian memiliki beragam jenis dengan bentuk (morfologi) yang berbeda. Berdasarkan asalnya, umbi-umbian dapat dikelompokkan menjadi umbi akar dan umbi batang. Singkong, ubi jalar, kentang, talas, gadung, bengkuang merupakan jenis umbi-umbian yang dapat dijadikan sebagai sumber karbohidrat.

Ubi kayu adalah tanaman yang termasuk divisi spermatophyta, subdivisi angilospermae, kelas icotycedoeae,  dan famili Euphor-biaceae. Ubi kayu termasuk tanaman tropis dan dapat tumbuh pada daerah sekitar 30°LS. Dalam pertumbuhannya, ubi kayu membutuhkan iklim yang panas dan lembap. Produksi tertinggi singkong diperoleh pada ketinggian 150 m di atas permukaan laut dan pada suhu optimum 25-27°C. Pertumbuhan akan terhenti pada suhu di bawah 10°C dan pada ketinggian di atas 1500 m. Curah hujan yang dibutuhkan yaitu antara 500 dan 1000 mm per tahun (Kadarisman dan Sulaeman, 1991).

Ubi kayu ( Manihot esculenta ),yang umumnya dikenal dengan nama singkong, ketela pohon, atau kasava, merupakan jenis tanaman pangan yang banyak dibudidayakan di ladang atau kebun. Ubi kayu termasuk jenis umbi akar yang berbentuk silinder ( lonjong ) dengan warna coklat gelap. Umbi ini memiliki diameter beberapa sentimeter dan panjang beberapa puluh sentimeter. Tanaman ubi kayu mempunyai batang berkayu dan tumbuh tegak, serta beruas dan berbuku- buku. Ketinggiannya dapat mencapai 2-4 meter. Daunnya menjari dan hanya tumbuh pada akhir percabangan. Akar tanaman berubah menjadi umbi yang tersimpan di dalam tanah sampai kedalaman 50-100 meter. Bunga betina dan jantan tersusun pada ranting yang bebas, sedangkan buah berbentuk triangular dan mengandung tiga biji yang hidup dan dapat digunakan untuk memperbanyak tanaman (Grace, 1977 dalam Kadarisman dan Sulaeman, 1991).

Umbi singkong terdiri dari kulit luar yang tipis berwarna cokelat gelap, kulit dalam yang tebal berwarna putih kemerahan dan daging umbi yang berwarna putih atau kuning. Panjang umbi dapat mencapai 30- 120 cm, dengan diameter 4-15 cm, dan berat 1-8 kg atau lebih. Pada bagian tengah umbi terdapat serat memanjang. Daging umbi merupakan bagian yang dapat dimakan dan jumlahnya sekitar 75% berat umbi ( Adnyana et al. 1993 ). Berdasarkan warna daging umbi, singkong dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu singkong putih dan singkong kuning. Singkong putih mempunyai daging umbi berwarna putih, sedangka singkong kuning mempunyai daging umbi berwarna kuning ( Haryadi dan Sugiyono, 1991 ).

Sebagai tanaman pangan, ubi kayu merupakan salah satu tanaman yang melekat dengan petani Indonesia dalam waktu yang tidak lama setelah ubi kayu masuk ke Indonesia. Ubi kayu diperkirakan berasal dari  Brazil kemudian menyebar ke Benua Afrika, India, Tiongkok, dan kahirnya masuk ke Indonesia (Kadarisman dan Sulaeman, 1991). Indonesia sendiri menempati posisi kedua dalam produksi umbi kayu setelah Brazil. Hal ini menunjukkan tanaman umbi kayu mudah ditanam dengan kondisi iklim di daerah Indonesia. Cara penanaman, pengolahan tanah, pemilihan komoditas & bibit tanaman, pengendalian hama & penyakit serta cara panen sudah banyak diketahui oleh petani. Kendala yang dihadapi oleh para petani umbi kayu ini justru dalam hal pemasaran & pengolahan pasca panennya.

 

 

 

2.2 Singkong sebagai Sumber Karbohidrat Alternatif Pengganti Beras

Selama ini, makanan pokok bangsa Indonesia masih bertumpu pada beras. Kebutuhan akan beras yang semakin meningkat dan menyempitnya lahan pertanian dapat mengakibatkan impor beras semakin tinggi atau bahkan menyebabkan terjadinya krisis beras. Selain itu, kekayaan sumber daya pangan Indonesia akan sia- sia jika tidak pernah dimanfaatkan. Kearifan lokal masyarakat yang memanfaatkan umbi dan bahan pangan lain selain beras akan musnah jika setiap orang memiliki ketergantungan akan beras yang tinggi (Koran Kampus, November 2011). Ketergantungan terhadap beras ini diperparah dengan adanya anggapan di tengah masyarakat bahwa ‘jika belum makan nasi maka belum kenyang’.

Ubi kayu merupakan komoditas pangan penting sebagai sumber karbohidrat selain padi dan palawija lainnya. Sebagai tanaman rakyat, ubi kayu lebih berperan untuk pangan penduduk yang hidup di daerah yang rawan pangan atau dalam kondisi terpaksa. Umbi singkong segar banyak mengandung air dan padi, sedangkan kadar protein dan lemak pada umbi sngkong tidak banyak. Komposisi kimia umbi singkong dapat dilihat pada table berikut ( Kay, 1973 dalam Kadarisman dan Sulaeman, 1991).

Komponen

Jumlah ( % )

Air

62 – 65

Karbohidrat

32 – 35

Protein

0,7 – 2,6

Lemak

0,2 – 0,5

Serat

0,8 – 1,3

Abu

0,3 – 1,3

Ca

33 mg / 100 g

Fe

0,7 mg

Thiamin

0,06 mg

Riboflavin

0,03 mg

Niasin

0,6 mg

Asam askorbat

20 – 30 mg

Vitamin A

10 IU / 100 g

Tabel 1.1 Komposisi kimia rata-rata ubi kayu

 

Meskipun ubi kayu berasal dari Brazil, tetapi saat ini jenis tanaman tersebut menjadi populer di Indonesia karena mempunyai beberapa unggulan. Pertama, di daerah yang kurang subur atau tandus pun masih bisa tumbuh dan menghasilkan umbi yang dapat dikonsumsi rakyat ketika tanaman pokok tidak bisa diharapkan. Kedua, tanaman ubi kayu mempunyai daya tahan terhadap penyakit yang relatif tinggi. Ketiga, masa panennya tidak diburu waktu sehingga dapat dijadikan lumbung hidup (Muchtadi dan Soeryo, 1991). Keempat, ubi kayu relatif tidak memerlukan banyak pemeliharaan dan cara penanaman yang sederhana serta tidak membutuhkan banyak biaya. Ubi kayu mempunyai potensi sebagai sumber karbohidrat dan kalori bagi menu rakyat serta keperluan industri. Kemungkinan gagal berproduksi tanaman ini yang sangat kecil membuat tanaman ini terdapat hampir di seluruh daerah di Indonesia.

Potensi dan prospek pengembangan ubi kayu meliputi tiga bidang kegiatan, yaitu mendorong peningkatan divertifikasi menu, pengembangan agroindustri, dan pemanfaatan limbah (Adnyana et al. ,1993). Upaya mengganti beras dengan bahan pangan lain biasa disebut dengan diversifikasi pangan. Kedudukan ubi kayu dalam susunan menu penduduk sebagai sumber karbohidrat menduduki peringkat ketiga setelah beras dan jagung. Hal ini disebabkan adanya kendala di tengah masyarakat untuk berpindah makanan dari beras.

Dilihat dari komposisi gizinya, ubi kayu miskin akan protein & lemak, namun kaya akan karbohidrat. Komposisi kimia ubi kayu dapat dipengaruhi oleh faktor tanah, kondisi pertanaman, kelembapan, suhu dan umur tanaman ( Grace, 1977 dalam Kadarisman dan Sulaeman, 1991 ). Selain itu, jenis dan varietas ubi kayu menentukan pula komposisi kimianya. Dibandingkan dengan jenis umbi-umbian lain, ubi kayu mengandung karbohidrat yang paling tinggi meski kandungan proteinnya relatif rendah. Bila dibandingkan dengan beras, harga ubi kayu juga cenderung lebih murah sehingga dapat dijangkau oleh semua kalangan. Upaya budi daya ubi kayu yang sederhana dan mudah menyebabkan keberadaannya melimpah di Inodesia.  Oleh karena itu, ubi kayu dapat digunakan sebagai bahan makanan sumber karbohidrat pengganti beras.

BAB III

PENUTUP

 

3.1  Kesimpulan

Ketergantungan konsumsi terhadap beras sebagai makanan pokok harus diubah karena menimbulkan terjadinya krisis beras. Kekayaan sumber daya pangan di Indonesia yang melimpah seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mengantisipasi krisis beras tersebut. Upaya mengganti beras dengan bahan pangan lain atau biasa disebut diversifikasi dapat dilakukan dengan menggunakan sumber pangan lain yang melimpah, seperti ubi kayu (Manihot esculenta) . alasan mengapa ubi kayu dapat dijadikan bahan substitusi beras yaitu : Indonesia merupakan negara penghasil ubi kayu kedua terbesar di dunia setelah Brazil dan ubi kayu mengandung  karbohidrat yang paling tinggi di antara umbi-umbian lainnya. Oleh karena itu, singkong dapat digunakan sebagai makanan sumber karbohidrat pengganti beras.  Diversifikasi pangan di masyarakat memang masih sulit dilakukan karena masyarakat sudah terbiasa mengonsumsi beras sebagai makanan pokok. Akan tetapi, hal tersebut dapat disiasati dengan inovasi makanan berbahan baku singkong.

 

3.2  Saran

Penyusun berharap agar hasil makalah dapat bermanfaat bagi kehidupan dengan didukung adanya penelitian lebih lanjut, terutama pada pemanfaatan singkong sebagai sumber karbohidrat alternatif nonberas. Hal ini dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap beras di Indonesia. Seperti yang kita tahu bahwa produksi beras di Indonesia tidak dapat memenuhi kebutuhan beras dalam negeri, sehingga mau tidak mau Indonesia harus mengimpor beras. Selain itu, produksi singkong yang melimpah dapat dioptimalkan pemanfaatannya, sehingga masyarakat mulai terbiasa mengonsumsi singkong dalam upaya diversifikasi pangan. Upaya peningkatan nilai gizi ubi kayu juga perlu ditingkatkan untuk mendorong laju diversifikasi menu makanan masyarakat. Sasaran utamanya adalah mengubah citra ubi kayu sebagai makanan penduduk miskin menjadi makanan yang bercitra tinggi.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Adnyana M et al. 1993. Faktor-faktor Penentu dalam Pengembangan Agroindustri Tepung Kasava di Lampung. Bogor : IPB Press.

Farochi  F dan F Aulia. 2011. Diversifikasi pangan mencari alternative pangan pengganti beras. Koran Kampus, Nopember 2011: 41 ( 16 ). Bogor : IPB Press.

Haryadi Y dan Sugiyono.1991. Pengetahuan Bahan Umbi-umbian. Bogor : IPB Press.

Kadarisman Darwin dan Sulaeman Ahmad. 1991. Teknologi Pengolahan Ubi Kayu dan Ubi Jalar. Bogor : IPB.

Muchtadi D dan Soeryo P S . 1991. Pemanfaatan Tepung Singkong sebagai Bahan Pensubstitusi Terigu dalam Pembuatan Mie yang Difortifikasi dengan Tepung Tempe. Bogor : IPB Press.

 

 

LAMPIRAN

 

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom: Tracheobionta

Super Divisi: Spermatophyta

Divisi: Magnoliophyta

Kelas: Liliopsida

Sub Kelas: Commelinidae

Ordo: Poales

Famili: Poaceae (sukurumput-rumputan)

Genus: Oryza

Spesies: Oryza sativa L.

dari :http://www.plantamor.com

 

Kingdom: Plantae

Subkingdom: Tracheobionta

Super Divisi: Spermatophyta

Divisi: Magnoliophyta

Kelas: Magnoliopsida

Sub Kelas: Rosidae

Ordo: Euphorbiales

Famili: Euphorbiaceae

Genus: Manihot

Spesies: ManihotesculentaCrantz

dari :http://www.plantamor.com

 

 

posted under artikel | No Comments »

Hello world!

September30

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!

posted under kata mutiara | 1 Comment »